Pernahkah anda melihat seseorang menajamkan sebilah pisau dengan cara menggosoknya dengan lempengan besi? Besi menajamkan besi. Proses penajaman itu mungkin terasa tidak enak, timbul panas dari gesekan yg terus menerus serta memerlukan energi. Namun, lihatlah hasilnya, pisau yg diasah menjadi semakin tajam dan dapat digunakan secara maksimal. Gambaran ini dipakai dalam firman TUHAN untuk mengingatkan bahwa bukan hanya besi yg dapat menajamkan besi, melainkan manusia juga 'menajamkan' sesamanya.
Tuhan membentuk karakter seseorang tidak secara otomatis, tetapi melalui proses "penajaman" dengan melibatkan orang-orang disekitarnya.
Dalam sebuah komunitas, mungkin kita menghadapi berbagai perbedaan, kritik atau perlakuan yg kurang menyenangkan.
Namun, sadarkah kita bahwa melalui semua itu kita sedang dibentuk menjadi seseorang yg tabah, tangguh dan berprinsip?
Ada kalanya kita berdoa agar TUHAN memberi Kesabaran, tetapi DIA mengizinkan seseorang menguji kesabaran kita.
ada kalanya kita berdoa agar TUHAN memberi Kekuatan, tetapi DIA mengijinkan kita berhadapan dengan mereka yang mengucapkan kata-kata yang menjatuhkan semangat.
Pernahkah anda mengalami hal-hal yg seperti ini?
Jika iya, janganlah mengeluh dan menjadi seseorang yang tidak tahan uji, jalanilah dengan kesadaran bahwa TUHAN dapat memakai setiap orang yg kita jumpai untuk ikut 'menajamkan' sisi-sisi kehidupan kita agar lebih berkualitas dan berguna.
Laluilah proses penajaman dengan tegar,walau mungkin tidak mudah.
Karena kita tahu bahwa dengan cara itu,kualitas hidup kita sedang dimurnikan.
"DI DALAM KESAKITAN KITA MENEMUKAN SIAPA DIRI KITA DIHADAPAN TUHAN"
Thursday, December 17, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment