Thursday, December 17, 2009

A great story by Paulo Coelho..
Mengapa ada beberapa orang yg mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar, sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?
Ramesh menjelakannya dalam kisah ilustrasi yg sangat indah ini.
Suatu saat, hidup seorang yg sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, smua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti akan masuk ke Surga.
Tetapi karena sesuatu dan lain hal, Malaikat di Surga berbuat kesalahan, ia kelewatan nama orang itu dan berfikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, maka tempatnya adalah di 'tempatnya yg satu lagi' dan ia langsung mengirimnya ke Neraka.
Dan di Neraka, tidak ada yg men-cek reservasi anda. Semua yg dibuang disana adalah penghuni abadi.
Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berfikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di Surga. Hanya seminggu kemudian, Raja iblis pergi ke Surga dengan marah-marah dan menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.
"Ada apa?", tanya Malaikat Surga. Sang Raja iblis berteriak dengan murka, "Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka?, dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapapun yg mneyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yg lain.sekarang semua penghuni disekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan yg lainnya. Ini bukan Neraka yg kukehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak peduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!"
Dan Ramesh menutup ceritanya dengan berkata,"Maka hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu, sehingga apapun yg terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, Sang iblis sendiri yg akan mengantarmu kembali ke Surga."
Luar biasa cerita ini karena mampu menguggah dan membuka hati dan perasaanku..
Sy mengira bahwa dengan meninggalnya seorang ibu (walau sy telah menjadi ibu) yg begitu cepatnya beliau mennggalkan kami semua,sy bnr2 sangat terpukul dan merasa sakit hati. Ini dikarenakan seminggu sebelum meninggalnya mama, sy tidak ada kontak suara ataupun fisik, dalam artian sentuhan, pelukan dan senyuman tidak sy temukan, dengarkan dan rasakan. Sesal dan pedih hati terus menrongrong hati dan pikiranku. Pikiran mulai tidak logic dan amarah terus merasuk. Tapi setelah sy sholat dan dzikir, sy merasa agak tenang. Sy bisa mulai agak bisa mengendalikan diri dan Alhamdulillah, walaupun terkadang masih ada rasa tidak percaya mama telah tiada, tp sy berusaha memikirkan kluarga kecil sy, papa sy, adik dan almarhumah mama tentunya. Sy gak mau mama menangis krn ulahku, jadi dg mendekatkan diri pada-Nya dan bacaan yg inspiring me a lot serta bimbingan yg tak kenal lelah dari suamiku pastinya, sy bisa kembali ke kehidupan nyata dan mulai bisa meghela nafas dan berpijak pada dunia yg sdg dan yg akan sy jalani nantinya.
Mudah-mudahan cerita diatas bs jg bermanfaat bagi anda yg sedang membutuhkan semangat juang tinggi untuk menerima kenyataan hidup, Amin.

No comments:

Post a Comment