Thursday, December 17, 2009

Membangun kekayaan itu mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang !

Itu pesan kuat yang akan anda dapatkan jika anda membaca buku “The Mutual Fund Wealth Builder – A Profit Building Guide for the Savvy Mutual Fund Investor” karangan Dick Fabian. Buku menjelaskan secara gamblang intisari dari strategi membangun kekayaan yang telah diterapkan oleh Fabian Financial Services secara konsisten sejak tahun
1976.

Ada 2 topik menarik yang dibahas di buku ini :
* Memahami investor
* Langkah demi langkah Fabian Way
Mari kita bahas satu per satu tentang hal ini.
Memahami investor
Dalam investasi ada 2 komponen yang utama yaitu : Investor dan produk investasi itu sendiri. Menurut fabian mindset investor memegang peranan yang lebih penting dibandingkan dengan produk investasi itu sendiri. Banyak artikel dan makalah yang hanya berfokus kepada produk investasi, tetapi sangat jarang yang membahas tentang mindset dari investor. Memahami mindset kita sebagai investor adalah penting untuk
dilakukan, karena sebaik apapun produk investasi dan strategi untuk menjalankannya menjadi mubazir jika kita sebagai investornya tidak mempercayainya.

Gambaran tentang mindset ini, secara tidak sadar tersirat dalam percakapan kita setiap hari. Jika kita bertanya pada orang di sekitar kita pertanyaan “Apakah anda ingin kaya ?” kita akan dengan mudah mendapatkan jawaban “Ya, tentu saja saya ingin kaya”.
Tapi jika pertanyaan kita ganti menjadi “Apakah anda percaya anda akan kaya ?”, maka sebagian besar dari kita akan berhenti sejenak untuk berfikir untuk menjawab pertanyaan itu, ada keraguan yang sangat untuk bisa secara tegas mengatakan "Saya pasti akan kaya".
Pertanyaannya adalah jika kita sangat ingin kaya, kenapa kita susah sekali mempunyai
keyakinan (mindset) bahwa kita pasti akan kaya ?
Jawabannya ternyata ada pada bagaimana cara kita memandang citra
diri kita sendiri. Citra ini dibentuk seiring dengan perjalanan waktu
sepanjang hidup kita. Pengalaman yang dibentuk sejak kecil itulah yang
membentuk konsep diri kita.
Sejak kecil kita mendengar petuah bahwa untuk menjadi kaya kita harus bekerja dan berusaha dengan keras, ini yang membuat kita belajar dengan baik sehingga kita mengharapkan bisa kuliah di jurusan yang “tepat” pada universitas ternama dengan harapan bisa masuk ke perusahaan yang besar (yang juga katanya memberikan penghasilan yang besar). Ketika kita diterima di perusahaan besar, kita rela merangkak dari level bawah karena kita yakin bahwa masa depan kita akan cerah.
Tapi setelah sekian lama berkarir dan menunggu dengan sabar, kita mendapati kenyataan bahwa mimpi indah kita jauh dari kenyataan. Ternyata walaupun kita sudah berusaha dengan keras dari sejak kita kecil tidak membuat kita jadi kaya. Semua akumulasi pengalaman ini yang membuat kita mempunyai mindset bahwa menjadi kaya itu memang susah
untuk dilakukan oleh orang kebanyakan seperti kita. Orang yang menjadi kaya adalah orang yang mempunyai talenta untuk menjadi kaya atau memang dari sononya udah kaya, dan orang itu bukanlah kita.

Dick Fabian percaya bahwa untuk sukses berinvestasi langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan mental block bahwa "kita nggak bisa kaya".
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya ?
Caranya adalah dengan menanamkan mindset kita bisa kaya pada sub conscious kita (pikiran bawah sadar kita). Proses memasukkan mindset ini harus dilakukan melalui programming yang berulang-ulang lewat conscious (pikiran sadar kita) sehingga lambat laun akan masuk menjadi mindset dalam sub conscious kita (pikiran bawah sadar kita).

Proses memasukkan mindset ke dalam sub conscious mind sama seperti pengalaman kita naik pesawat terbang. Saat kita naik pesawat terbang maka kita akan melakukan beberapa langkah :
* Langkah pertama adalah melibatkan pikiran sadar kita (consious mind). Pertanyaan pertama yang akan diajukan oleh otak sadar kita adalah : apakah kita percaya bahwa "pesawat bisa terbang ?".
Secara logis pesawat itu beratnya berton-ton, yang kalau dianalisa secara logika agak tidak masuk akal bisa terbang (kita bukan ahli aeronatika toch yang bisa menjelaskan hal itu). Tapi saat di bandara kita melihat sendiri pesawat terbang dan mendarat dengan sempurna dan melihat orang lain santai saja naik pesawat. Pikiran logis kita mulai mempertanyakan asumsi kita sendiri, sehingga kita mulai bisa menerima "Mungkin pesawat memang bisa terbang" dan kita akhirnya bersedia untuk mencoba naik
pesawat terbang
* Ternyata setelah kita naik pesawat terbang, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa pesawat yang kita naiki itu memang bisa terbang. Dari sana mulai terbentuk image bahwa "pesawat bisa terbang."
* Keesokan harinya saat kita mau terbang lagi naik pesawat, walaupun kita masih punya sedikit keraguan, kita akan mengingat pengalaman kita kemaren yang membuat kita agak yakin bahwa pesawat bisa terbang. Dan sekali lagi kita dibuktikan bahwa ternyata benar bahwa memang pesawat bisa terbang (lagi)
* Setelah kita naik pesawat berkali-kali akan terbentuk mindset dan kita percaya penuh bahwa memang pesawat bisa terbang, dan kita hampir tidak pernah meragukan lagi hal itu. Kondisi bahwa “Pesawat bisa terbang” sudah masuk dalam sub conscious kita.

Proses membangun mindset bahwa "kita bisa kaya", juga melalui proses yang sama
* Proses pertama adalah kita harus bersikap open mind terhadap metode untuk menjadi kaya (yang nantinya kita akan pelajari dari materi The Fabian Way). Metode ini harus proven, rinci dan sistimatis sehingga bisa diterima oleh akal sehat kita & terpatri dalam conscious mind kita.
* Tetapi itu belum cukup, kita harus terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan bahwa metode itu memang bisa menghasilkan seperti yang kita harapkan. Seiring dengan berjalannya waktu, jika kita mendapatkan hasil yang memuaskan dengan sendirinya kita akan percaya dan ini akan menjadi mindset kita bahwa "kita bisa menjadi kaya"
(tertanam dalam sub conscious mind).
Hasil riset dan pengalaman Fabian
terhadap client yang ditanganinya menyatakan tiap-tiap investor butuh
setidaknya 3 tahun untuk sepenuhnya yakin bahwa cara yang ditawarkannya
benar-benar manjur.

No comments:

Post a Comment